Kamis, 05 Mei 2011

MAKALAH SISTEM ORBIT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi berimbas pada meningkatnya perkembangan pemetaan permukaan bumi. Pemetaan yang pada awalnya hanya dilakukan dengan pengukuran langsung secara terestris berkembang dengan menggunakan teknologi satelit. Satelit yang digunakan untuk merecord permukaan bumi kemudian memberikan hasil berupa data raster di sbut sebagai satelit bumi, seperti Landsat, ICONOS, SPOT dan yang lainnya.

Ada ratusan satelit yang mengelilingi bumi baik itu satelit navigasi, satelit cuaca, satelit observasi bumi dan yang lainnya, dan masing-masing satelit memiliki orbit yang berbeda. Perbedaan orbit tersebut disebabkan karena memang masing masing jenis satelit memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Sebagai contoh misalnya satelit observasi bumi(Earth Observation Satelite) dan satelit cuaca(Weather Satelite). Satelit observasi bumi memiliki tinggi orbit yang lebih rendah jika disbanding dengan satelit cuaca. Hal ini disebabkan satelit cuaca merecord luasan daerah yang lebih besar dari pada EOS, karena daerah yang memiliki cakupan luas masih memiliki cuaca yang relative sama. Sedangkan untuk satelit observasi bumi dituntut untuk merecord area yang lebih teliti sehingga harus lebih sempit luasannya sehingga tinggi orbit satelit harus lebih rendah.

Dari perbedaan tinggi orbit tersebutlah didapat kesimpulan bahwa kemungkinan tabrakan antarsatelit sangatlah kecil, karena selain memiliki orbit tersendiri yang berbeda ntara satu dengan yang lainnya, setiap satelit juga mempunyai sistem control yang ada di bumi. Sistem control yang ada berfungsi untuk mengamati kondisi satelit harus berfungsi sebagaimana mestinya. Keanehan karakteristik dapat terekam dari sistem control yang ada di bumi ini

1.2. Perumusan Masalah

Dari latar beklakang tersebut, maka perumusan masalah ini adalah:

1. Bagaimana sistem orbit masing-masing satelit sehingga bisa berbeda satu dengan yang lain?

2. Factor apa yang mempengaruhi perbedaan orbit masing – masing satelit tersebut?

3. Apakah ada kemungkinan satelit yang jumlahnya sangat banyak di angkasa suatu saat akan bertabrakan satu dengan yang lainnya?

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penulisan in adalah:

1. Dalam pembahasan ini khusus untuk membahas perbedaan karakteristik orbit satelit.

2. Janis satelit yang kita bahas dalam penulisan ini meliputi navigation satellite, EOS(wearth observation satelit) dan weather satellite

1.4. Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui jenis – jenis satelit yang memiliki karakteristik yang berdekatan denga satelit yang lain

2. Mengetahui karakteristik – karakterristik yang dimiliki oleh masing – masing satelit

3. Mengetahui alasan bahwa suatu satelit memiliki karakteristik orbit satelit tertentu



1.5. Manfaat

Diharapkan penulisan ini dapat memberikan manfaat dalam hal:

1. Pemahaman tentang karakteristik orbit satelit

2. Alasan karakteristik orbit tertentu diterapkan terhadap jenis satelit tertentu

3. Mengetahui perbedaan – perbedaan karakteristik satelit sesuai dari fungsi satelit itu sendiri.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Satelit

Satelit merupakan benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit Adalah alat elektronik yang mengorbit bumi yang mampu bertahan sendiri.Bisa diartikan sebagai repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO ( merupakan sistem komunikasi satellite yang paling banyak) posisi satellite adalah sekitar 36.000 km diatas bumi.(www.total.or.id)

Potensi satelit adalah untuk menerima dan memancarkan kembali sinyal siaran ke seluruh tempat yang dapat dijangkaunya. Hal ini memungkinkan siaran radio dan televisi dapat diterima di mana saja sepanjang dapat ditangkap oleh antena stasiun bumi. Dengan kata lain, manfaat yang utama dari adanya teknologi satelit adalah untuk keperluan penyiaran baik radio maupun televisi.

Suatu orbit adalah jalan yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya tertentu. Orbit pertama kali dianalisa secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum gerakan planet Kepler . Dia menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya kita adalah berbentuk elips dan bukan lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya.



Orbital Slot adalah Lokasi spesifik dari suatu satellite pada titik yang tepat, diukur dalam satuan derajat, timur dan barat.Direct Broadcast Satellite disingkat dengan DBS. Suatu layanan yang menggunakan satellite untuk memancarkan (broadcast) bermacam-macam channel dari program televisi agar langsung diterima melalui sebuah antenna dish kecil di bumi.(www.total.or.id)



Fixed satellite service (FSS) menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian sinyal televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS; DTH ( Direct To Home ), akses internet, video conferencing, satelit new gathering (SNG), frame relay, Sigital audio broadcasting (DAB) Keunggulannya yaitu, tidak tergantung pada jarak, dapat menyediakan layanan ntuk cakupan semua wilayah. Satelit Direct to Home(DTH) Menggunakan teknologi Direct To Home (DTH) sebagai Infrastruktur TV link untuk mengirimkan berates-ratus program langsung kerumah-rumah melalui satelit.



Satelite News Gathering (SNG) merupakan perangkat berteknologi canggih yang digunakan beberapa stasiun televisi Indonesia untuk proses siaran langsung televisi. DVB(Digital Video Broadcasting) merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV digital hingga ke end-user.[ Dudy Effendi]



VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, merupakan terminal yang digunakan dalam komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast televisi. VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (out doors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan di dalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hubungan untuk sistem tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hubungan ke satelit, membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network. Agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain.(www.total.or.id)

Transmisi satelit memiliki dua keunggulan dibandingkan transmisi terestrial yang umumnya banyak dipakai, yaitu:

1. Biayanya sama, baik itu dua ataupun duajuta sambungan (downlink) yang menerima informasi yang disiarkan.

2. Tidak memerlukan investasi prasarana kabel yang banyak. (www.total.or.id)

Jenis-jenis satelit berdasarkan penggunaannya ada 9 yakni:

1. Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.

2. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.

3. Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

4. Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.

5. Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.

6. Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.

7. Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.

8. Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.

9. Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg). (www.wikipedia)

Satelit buatan manusia oleh NASA dikelompokkan menjadi 4 yaitu:

1. Satelit komunikasi dan navigasi

2. Satelit Meteorologi

3. Satelit pengindraan jarak jauh

4. Satelit Geologi

Sedangkan untuk keperluan regulasi teknik internasional NASA membaginya menjadi 18 macam satelit. Satelit berdasarkan ketinggiannya terbagi atas:

1. Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 - 1500km di atas permukaan bumi.

2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 - 36000 km.

3. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.

4. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.

5. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Satelit berdasarkan orbit khusus terbagi menjadi 3:

1. Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°

2. Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengna inlklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melinta ekuator pada jam lokal yang sama.

3. Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub (www.wikipedia.org)



Alat penangkap Sinyal satelit:

1. Satellite dish (Out Door Unit) : komponen ini berbentuk seperti antenna parabola dengan diameter sekitar 60-180 centimeter.

2. Decoder : Dekoder merupakan alat yang berfungsi mengakses layanan seperti penggantian channel.

3. Smart card : berguna untuk mengakses sistem.(www.wikipedia.org)

2.2. Sistem Orbit

System orbit sangat berperan atau sangat bermanfaat dalam Geodesi Satelit. Peran tersebut antara lain:

1. Menghitung koordinat satelit yang nantinya digunakan untuk koordinat tetap dalam perhitungan koordinat titik-titik lainyta di dekat permukaan bumi

2. Untuk merencanakan pengamatan satelit ( waktu dan lama pengamatan yang optimal )

3. Membantu mempercepat alat pengamat ( receiver ) sinyal satelit untuk menemukan satelit yang bersangkutan

4. Untuk memeilih satelit – satelit yang secara geometric lebih baik untuk digunakan

Pada penentuan posisi dengan satelit, efek dari kesalahan orbit satelit akan mempengaruhi tidak hanya penentuan posisi absolute, tetapi penentuan posisi relatif. Metode – metode pengamatan pengamatan geodesi satelit pada prinsipnya melakukan pengamatan dan pengukuran ked an dari satelit- satelit ang mengelilingi bumi atatu benda langit lainnya.

Gambar 3.1. Efek kesalahan orbit pada penentuan posisi

Pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi secara umum mengikuti hokum Keppler, yaitu:

1. Pergerakan satelit hanya dipengaruhi oleh medan gaya berat sentral bumi

2. Satelit bergerak dalam bidang orbit yang tetap dalam ruang

3. Massa satelit tidak berarti dibandingkan dengan massa bumi

4. Satelit bergerak dalam ruang hampa sehingga tidak ada pengaruh dari Atmospheric Drag

5. Tidak ada matahari, bulan ataupun benda – benda langit lainnya yang mempengaruhi pergerakan satelit sehingga tidak ada pengaruh gaya berat dari benda – benda langit tersebut dan tida ada pengaruh dari solar radiation pressure





Hukum Keppler I

“ Orbit suatu planet adalah ellips dengan matahari berada pada salah satu fokusnya”.

Gambar.3.2. Orbit satelit mengelilingi bumi

Beberapa implikasi praktis dari Hukum Kepler I dalam kaitanya dengan satelit buatan yang mengelilingi bumi adalah:

1. Lintang dari peluncuran satelit adalah sama dengan inklinasi (sudut antara bidang orbit dengan bidang ekuator bumi)

2. Untuk mendapatkan satelit orbit yang inklinasinya lebih rendah dari lintang tempat peluncuran diperlukan orbit parker dengan tahap peluncuran ke dua dilakukan di angkasa pada saat melintasi ekuator yang notabennya kompleks dan mahal

HUKUM KEPLER II

“ Garis dari matahari ke setiap planet menyapu luas yang sama pada waktu yang sama”.

Gambar 3.3. hokum Keppler II

Jika (t2 – t1) = (t4 – t3) à maka A = B

Ada beberapa implikasi praktis dari Hukum Kepler II dalam kasus satelit buatan yang mengelilingi bumi, yaitu:

1. Kecepatan satelit dalam orbitnya tidak konstan, dimana kecepatan minimumnya adalah apogee dan kecepatna minimumnya adalah perigee.

2. Karena kecepatan di perigee adalah maksimum dan juga densitas atmosfernya relative sangat besar, karena terdekat dengan permukaan bumi, maka tinggi awal perigee akan menentukan umur satelit. Dalam hal ini semakin tingggi perigee secara teoritis akan semakin panjang umur satelit dan sebaliknya.

3. Karena kecepatan di perigee adalah maksimum, maka direncanakan orbit satelit pemantau ( penyidik ) dengan perigee di atas daerah target.

4. Karena kecepatan di apogee adalah minimum, maka rencanakan orbit satelit komunikasi dengan apogee di atas daerah target.

HUKUM KEPLER III

“Untuk setiap planet, pangkat tiga dari sumbu panjang orbitnya adalah proporsional dengan kuadrat dari periode revolusinya”

=



Keterangan:

T = periode orbit satelit

A = sumbu panjang orbit

G = konstanta gravitasi universal

M = massa bumi

Elemen – Elemen Keplerian

Ukuran, bentuk dan dan orientasi orbit suatu satelit mengelilingi bumi, serta lokasi satelit dalam orbit tersebut biasanya dikarakterisasi dengan enam elemen umum yang dinamakan dengan elemen keplerian, yaitu:

1. Ω = asensiorekta dari titik nodal = sudut geosentrik pada bidang equator antara arah ke titik semi dan arah ke titik nodal

2. I = inklinasi orbit = sudut antarbidang orbit satelit dan bidang equator

3. Ώ = argument of perigee = sudut geosentrik pada bidang orbit antara arah arah ke titik nodal dan arah ke perigee

4. A = sumbu panjang dari orbit satelit

5. e = eksentrisitas dari orbit satelit

6. f = anomali sejati = sudut geosentrik pada bidang orbit antara arah ke perigee dan arah ke satelit

Gambar 3.4. Elemen keplerian dari orbit satelit





Jenis-jenis orbit satelit

1. orbit prograde dan orbit retrograde

orbit prograde merupakan orbit yang inklinasi orbitnya lebih kecil dari pada 90o yaitu 0o < I < 90o

Gambar 3.5. Orbit prograde





orbit retrograde merupakan orbit yang inklinasinya memenuhi hubungan

90o < i < 180o



Gambar 3.6. Orbit retrograde



2. Orbit Polar

orbit polar mempunyai inklinasi sebesar 90o. pada umumnya satelit yang menggunakan system ini adalah satelit inderaja dan satelit cuaca.





Gambar 3.6. Orbit polar

3. Orbit Geostationer

Orbit geostationer merupakan orbit dari satelit dimana satelit mengelilingi bumi dengan kecepatan dan arah yang sama dengan keceopatan dan arah rotasi bumi.

Gambar 3.7. Orbit geostationer

4. Orbit Sun-Sincronous

sun-sincronous merupakan orbit satelit yang mensinkronkan pergerakan satelit dalam orbit, presisi bidang orbit, dan pergerakan bumi mengelilingi matahari, sedemikian rupa sehingga satellite tersebut akan melewati lokasi tertentu di permukaan bumi selalu pada waktu local.



Gambar 3.8. Orbit sun – sincronous

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Karakteristik Orbit Satelit Navigasi

Ada tiga jenis satelit bavigasi yang mengelilingi bumi, yaitu GPS, GLONASS dan GALILEO. Satelit-satelit tersebut memiliki karakteristik orbit yang berbeda satu sama lain, yaitu:

1. Satelit GPS

GPS dapat memberikan informasi mengenai posisi, kecepatan dan waktu secara teliti, cepat dan murah dimana saja di bumi ini pada setiap waktu tanpa tergantung pada cuaca. Karakteristik orbit satelit GPS adalah sebagai berikut:

1. Bidang orbit : enam buah, dengan spasi 60o

2. Jumlah satelit : empat buah dengan spasi tidak sama

3. Inklinasi orbit : 55o

4. Radius orbit : 26.560 km

5. Periode orbit : 0,5 hari bintang, yaitu 11 jam 58 menit

6. Eksentrisitas orbit : 0 (lingkaran)

7. Gelombang pembawa : 1. L1 = 1575, 42 MHz

2. L2 = 1227,60 MHz

8. Kode : berbeda untuk setiap satelit, kode C/A untuk L1, dank ode P pada L1 dan L2

9. Data jam : Clock Offset, Frequency Offset, Frequency Rate

10. Data orbital : elemen-elemen orbit keplerian setiap satu jam

2 . Satelit GLONASS

GLONASS dikembangkan untuk menyediakan penentuan posisis secara real timedan kecepatan. Satelit ini pada awalnya dikembangkan oleh militer Uni Soviet untuk navigasi dan penargetan misi balistik. Adapun karakteristik orbit GLONASS adalah sebagai berikut:



1. Bidang orbit : tiga buah, dengan spasi 120o

2. Jumlah satelit : delapan buah dengan spasi yang sama

3. Inklinasi orbit : 64,8o

4. Radius orbit : 25.510 km

5. Periode orbit : 8/17 hari bintang, yaitu 11 jam 16 menit

6. Eksentrisitas orbit : 0 (lingkaran)

7. Gelombang pembawa : 1. L1 = (1602 + 9k/16) MHz

2. L2 = (1246 + 7k/16) MHz

8. Kode : berbeda untuk setiap satelit, kode C/A untuk L1, dank ode P pada L1 dan L2

9. Data jam : Clock Offset, Frequency Offset.

10. Data orbital : koordinat, kecepatan dan percepatan satelit setiap satu jam

3. Satelit GALILEO

Gslileo merupakan satuan satelit global (GNSS) yang saat ini sedang dibangun oleh uni eropa dan ESA (European Space Agency), ketika beroperasi, maka akan ada dua tanah pusat operasi. Karakteristik orbit satelit GALILEO adalah sebagai berikut:

1. Ketinggian orbit : 23.222 Km

2. Jumlah orbit ada 3 orbit pesawat

3. Inklinasi : 56o

4. kenaikan kode dipisahkan oleh 120o bujur(Sembilan operasional satelit)

5. massa satelit : 12 tahun

6. ukuran waktu solar array : 18,7 m

7. kuasa solar array : 1500 W

3.2. Karakteristik Orbit EOS (Earth Observation Satelite)

Satelit – satelit yang termasuk dalam satelit observasi bumi adalah Landsat (USA), aqua, aura, GRACE ( USA- Germany), Jason 1(France-USA), IKONOS( USA ), EO 1 (USA), terra (USA), ORBVIEW-2, Ocean surface topography mission, Quickbird(USA), SPOT (France).



1. QUICK BIRD

Satelit ini diluncurkan olehdigia globe(USA) pada tahun 2002. Adapun karakteristik dari satrlit Quick bird adalah sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sunsyncronous

2. Ketinggian orbit : 450 Km dari permukaan bumi

3. Cakupan area rekaman : 25 Km x 25 Km

4. Jenis satelit : satelit observasi bumi

5. Peluncuran : 18 0ktober 2002

6. Resolusi :1. 60 m x 60 m ( pankromatik)

2. 30 m x 30 m (multispektral)

2 . LANDSAT

Satelit LANDSAT dipelopori oleh NASA. Merupakan program observasi tertua , mempunyai tiga instrumen pencitraan, yaitu RBV, MMS, TM. Pada LANDSAT 7 sensor yang digunakan adalah ETM+, karakteristik dari LANDSAT antara lain:

1. Jenis orbit : sun-syncronous

2. Ketinggian orbit : 705 Km

3. Area cakupan : 185 Km x 185 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Resolusi : 80 m x 80 m

6. Peluncuran : 1. LANDSAT 1 : 1972

2. LANDSAT 2 : 1975

3. LANDSAT 3 : 1982

4. LANDSAT 4 : 1983

5. LANDSAT 5 : 1994

6. LANDSAT 6 : gagal orbit

7. LANDSAT 7 : 1998





3. IKONOS

Diluncurkan oleh perusahaan imaging, IKONOS 1 gagal dan diganti dengan IKONOS 2 pada tahun 1999. Menggunakan sensor OSA. Data citra adalah pankromatik dan multispectral. Karakteristik yang ada antara lain:

1. Jenis orbit : sun-syncronous

2. Ketinggian orbit : 680 Km

3. Area cakupan : 11 Km x 11 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 1 – 3 hari

6. Resolusi : 80 m x 80 m

4. TERRA

Diluncurkan pada Bulan Desember 1999 oleh NASA. Membawa instrument remote sensing aster dan MODIS, karakteristik orbit satelit ini adalah:

1. Jenis orbit : sun-syncronous

2. Ketinggian orbit : 705 Km

3. Area cakupan : 60 Km x 60 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 5 hari

6. Resolusi : 15 m x 15 m, 30 x 30 m dan 90 x 90 m

5. SPOT

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sun-syncronous, polar dan sircular

2. Ketinggian orbit : 835 Km

3. Area cakupan : 60 Km x 60 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 4 - 6 hari

6. Resolusi : 10 m x 10 m, dan 20 x 20 m







6. ASTER

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sun-syncronous, polar dan sircular

2. Ketinggian orbit : 705 Km

3. Area cakupan : 60 Km x 60 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 5 hari

6. Resolusi : 15 m x 15 m

7. EO-1

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sun-syncronous, polar dan sircular

2. Ketinggian orbit : 705 Km

3. Area cakupan : 37 Km x 37 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 5 hari

6. Resolusi : 10 m x 10 m

8. JASON-1

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sircular

2. Ketinggian orbit : 705 Km

3. Area cakupan : 37 Km x 37 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 19 hari

9. IRS (Indian Remote Sensing)

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sun-syncronous

2. Ketinggian orbit : 817 Km

3. Area cakupan : 70 Km x 70 Km

4. Jenis satelit : Earth Observation Satelite

5. Revisit time : 5 hari

6. Resolusi : 5 m x 5 m

3.3. Karakteristik Orbit Satelit Cuaca (Weather Satelite)

1. NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : sun-syncronous

2. Ketinggian orbit : 850 Km

3. Area cakupan : 2800 Km x 2800 Km

4. Jenis satelit : weather satelite

5. Revisit time : 2 -14 kali/ hari

6. Resolusi : 1 Km x 1 Km

2. Meteosat

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : geostasioner bujur 0o

2. Ketinggian orbit : 850 Km

3. Area cakupan : 2800 Km x 2800 Km

4. Jenis satelit : weather satelite

5. Revisit time : 30 menit

6. Resolusi : 2,5 Km x 2,5 Km

3. Nimbus

Memiliki karakteristik orbit sebagai berikut:

1. Jenis orbit : circular

2. Ketinggian orbit : 850 Km

3. Area cakupan : 40 Km x 40 Km

4. Jenis satelit : weather satelite

5. Revisit time : 30 menit

6. Resolusi : 2,5 Km x 2,5 Km













BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari perumusan masalah dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. sangat banyak satelit yang mengelilingi bumi dan masing – masing satelit tersebut memiliki karakteristik orbit yang berbeda sesuai fungsi dari satelit yang bersangkutan

2. perbedaan orbit satelit diberikan karena diupayakan antara satelit satu dengan satelit yang lain tersebut agar tidak saling bertabrakan antara yang satu dengan yang lain

3. perbedaan ketinggian satelit akan dapat menghasilkan wilayah cakupan yang berbeda, semakin tinggi orbit satelit, semakin luas cakupan daerah yang terekam, begitu pila sebaliknya

Comments

0 komentar:

Desigend by : Ashar-Antek Ashar-redland.blogspot.com