Kamis, 09 Juni 2011

Metode penambangan


pertambangan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang meliputi pekerjaan pencarian (prospeksi), penyelidikan (eksplorasi), penambangan (mining), pemurnian dan pengolahan (extraction metalurgy and mineral dressing), penjualan (marketing) terhadap mineral-mineral dan batuan yang memiliki arti ekonomis (berharga), sampai dengan proses penutupan tambang.

Pekerjaan mengambil bahan tambang dari bumi disebut penambangan dan usahanya disebut pertambangan.

Pertambangan adalah suatu bentuk usaha dalam pengambilan endapan bahan galian yang mempunyai nilai ekonomis dari bumi dan diangkut ke tempat pengolahan atau pemakai.

Pada hakekatnya industri pertambangan merupakan industri dasar yang menyediakan bahan baku bagi keperluan industri lainnya. Mengingat industri pertambangan adalah industri yang tidak dapat diperbaharui lagi (unrenewable) dan karena terjadinya suatu endapan bahan galian memerlukan proses yang sangat lama, maka dalam pemanfaatannya diusahakan semaksimal mungkin.

Pengertian Sistem Penambangan

Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk membebaskan atau mengambil endapan bahan galian yang mempunyai arti ekonomis dari batuan induknya untuk diolah lebih lanjut sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja yang terbaik serta meminimalisasi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkannya

Agar dapat tercapai hal-hal yang terdapat dalam defenisi sistem penambangan di atas, maka cara penambangan yang diterapkan harus dapat menjamin :

Ongkos penambangan yang seminimal mungkin.
Perolehan atau mining recovery harus tinggi.
Efisiensi kerja harus tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh :
- Jenis alat yang digunakan.
- Sinkronisasi kerja yang baik.
- Tenaga kerja yang terampil.
- Organisasi dan manajemen yang baik.

Secara garis besarnya, sistem dan metode penambangan dibagi atas 4 (empat) bagian, yaitu :

Tambang terbuka (surface mining).
Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining).
Tambang bawah air (underwater mining).
Tambang di tempat (insitu mining).


1 Tambang terbuka (surface mining).
Tambang terbuka (surface mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.

Menurut materi yang ditambang, dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
“Open Pit / Open Cut / Open Cast / Open Mine mining”.
“Stripping mining”.
“Quarrying mining”.
“Alluvial Mining”.
ambar tambang terbuka (striping mining) khusus pada tambang batubara

2. Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining).
Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar.

Tambang bawah tanah ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Metode tanpa penyanggaan (Non Supported / Open Stope Method).
Metode dengan penyanggaan (Supported Stope Method).
Metode ambrukan (Caving Method)
3. Tambang bawah air (underwater mining).

Tambang bawah air (underwater mining) adalah metode penambangan yang kegiatan penggaliannya dilakukan di bawah permukaan air atau endapan mineral berharganya terletak di bawah permukaan air.

Menurut jenis peralatan yang digunakan, dibagi atas 4 jenis, yaitu :
Menggunakan kapal keruk laut dalam ( > 50 m ).
Menggunakan kapal keruk hidrolik.
Menggunakan kapal keruk dengan jaring tarik (drag net).
Menggunakan kapal isap laut dalam.Tambang di tempat (insitu mining)

Tambang di tempat (insitu mining) adalah metode penambangan yang dilakukan terhadap endapan mineral dan batuan yang terbentuk secara khusus (model endapan geologi tertentu), di mana penambangannya langsung dilakukan di tempat tersebut dengan cara khusus pula.

Contohnya adalah gasifikasi batubara, metode pelindian, metode pemanasan bawah tanah, metode penyaliran metan, dan lain-lain.

Praktek Pertambangan Yang Baik
(Good Mining Practice = GMP).

Praktek pertambangan yang baik (GMP) adalah seluruh proses penambangan yang dilakukan dari awal hingga akhir harus dilakukan dengan baik dengan mengikuti standar yang telah ditetapkan, mengikuti norma dan peraturan yang berlaku sehingga dapat dicapai tujuan pertambangan yang efisien.

Salah satu bagian penting dari tujuan pertambangan adalah pengembangan berkelanjutan (sustainable development).

Metode Ambrukan (Caving Method)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk membebaskan atau mengambil endapan bahan galian yang mempunyai arti ekonomis dari batuan induknya untuk diolah lebih lanjut sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja yang terbaik serta meminimalisasi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkannya.
Agar dapat tercapai hal-hal yang terdapat dalam definisi sistem penambangan di atas, maka cara penambangan yang diterapkan harus dapat menjamin :
• Ongkos penambangan yang seminimal mungkin.
• Perolehan atau mining recovery harus tinggi.
• Efisiensi kerja harus tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh :
o Jenis alat yang digunakan.
o Sinkronisasi kerja yang baik.
o Tenaga kerja yang terampil.
o Organisasi dan manajemen yang baik.
Secara garis besarnya, sistem dan metode penambangan dibagi atas 4 (empat) bagian, yaitu :
• Tambang terbuka (surface mining).
• Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining).
• Tambang bawah air (underwater mining).
• Tambang di tempat (insitu mining).

Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar.
Tambang bawah tanah ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
• Metode tanpa penyanggaan (Non Supported / Open Stope Method).
• Metode dengan penyanggaan (Supported Stope Method).
• Metode ambrukan (Caving Method).

1.2 Rumusan Masalah
Dalam Makalah Sistem Penambangan tentang Tambang Bawah Tanah : Metode Ambrukan (Caving Method) ini, kami mencoba mengangkat masalah yang berhubungan dengan metode ambrukan itu sendiri, diantaranya :
• Jelaskan pengertian metode ambrukan (caving method) pada tambang bawah tanah?
• Bagaimanakah penerapan metode ambrukan (caving method) pada tambang bawah tanah?

1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan Makalah Sistem Penambangan tentang Tambang Bawah Tanah : Metode Ambrukan (Caving Method) ini, antara lain :
• Menjelaskan pengertian metode ambrukan (caving method) pada tambang bawah tanah.
• Mengetahui cara menerapkan metode ambrukan (caving method) pada tambang bawah tanah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Ambrukan (Caving Method)
Metode ambrukan (caving method) adalah cara penambangan untuk endapan bijih dimana penambangan dilakuakn pertama-tama dengan melakukan penggalian bagian bawah (under cutting) yang kemudian menyebabkan runtuhnya batuan dibagian atas akibat berat batuan itu sendiri/tekanan dari samping/gabungan dari keduanya. Atau biasa juga diartikan dengan cara penambangan endapan bijih pada tambang bawah tanah dengan cara pengambrukan / meruntuhkan bijih bagian atas setelah dibuat lombong ambrukan di bagian bawahnya.

Caving method adalah metode penambangan yang bertujuan untuk memotong bagian bawah dari blok bijih sehingga blok bijih tersebut mengalami keruntuhan. Metode ini diterapkan terutama pada blok badan bijih yang besar karena tingkat produksinya yang lebih tinggi. Bidang pada massa batuan dengan ukuran yang sudah di tentukan di ledakan pada tahap level Undercut sehingga massa batuan yang berada diatasnya akan runtuh. Penarikan bijih hasil runtuhan pada bagian bawah kolom bijih menyebabkan proses runtuhan akan berlanjut keatas sampai semua bijih diatas level undercut hancur menjadi ukuran yang sesuai untuk proses selanjutnya.
Area dan Volume dari bijih yang di pindahkan pada bagian bawah blok pada saat undercutting harus seluas mungkin untuk memulai terjadinya peronggaan massa batuan diatasnya, dan akan terus berlangsung dengan sendirinya. Penarikan bijih yang berada di bagian bawah blok memberikan tempat untuk bijih yang hancur terkumpul dan memberikan proses peronggan berlanjut keatas sampai semua bijih pada blok batuan runtuh dan ditarik.

Caving method memiliki beberapa cara penambangan, diantaranya:
• Top slicing : penambangan untuk endapan bijih dan country rock terutama apabila overburdennya lemah, dimana penambangan dilakuakan selapis demi selapis dari atas ke bawah pada stope yang disangga.
• Sub level caving : penambangan dari puncak ore body menuju ke bawah seperti pada top slicing, biasanya untuk batuan yang keras.
• Blok caving : penambangan diamana batuan dibagi dalam blok-blok besar yang kemudian dikeluarkan melalui drow point yang letaknya pada dasar blok.

2.2 Metode Ambrukan dan Penerapannya

Caving method dapat di terapkan pada cadangan bijih yang tebal (>30m), batuannya mempunyai kekuatan yang seragam dan mempunyai batas yang jelas. Perencanaan yang matang, prosedur kerja yang sistimatis, pengawasan yang ketat dan keputusan yang tepat merupakan kunci keberhasilan. Keberhasilan operasi penambangan block caving sangat dipengaruhi oleh karateristik bijih diantaranya adalah pola retakan yang sesuai. Harus tersedia bidang horizontal yang cukup agar undercut dapat memulai proses runtuhan. Pembentukan rongga terjadi secara alami karena lapisan bijih yang terletak dibawahnya dipindahkan dan Karena berat lapisan over burden menghancurkan bijih tersebut.

Sistem Produksi Caving Method.
Seperti pada penambangan bawah tanah untuk batuan keras lainnya, daur development dan produksi terpisah dengan jelas. Masing-masing mengunakan mekanisasi tinggi tetapi peralatan yangi digunakan sesuai dengan fungsinya sendiri- sendiri. Produksi pada tambang block caving terdiri dari :
1. Pemboran (daerah undercut), mengunakan alat pneumatic dan rotary-percussion.

2. Peledakan (daerah undercut), bahan peledak yang digunakan umumnya adalah Emulsion.

3 Pemuatan (dari drawbell atau orepass), peralatan yang di gunakan adalah Loader.



Loader

4 Pengankutan (pada level utama), peralatan yang digunakan adalah LHD, belt conveyor.

Level undercut terdapat diatas level produksi. Undercutting di lakasanakan pada jalur pararel di level undercut yang mana biasa disebut dengan daerah drill drift, pada level ini dilakukan serangkaian kegiatan pemboran yang bertujuan membuat lubang ledak.

Keuntungan penambangan caving method :
1. Sistem penambangan ini tidak terlalu mahal di bandingkan dengan system penambangan lainnya karena relatif sedikitnya pemboran, peledakan dan penyanggaan.
2. Produksi yang terpusat membuat pengawasan menjadi efisien dan pemeriksaan kondisi kerja menjadi lebih teliti.
3. Pembuatan system ventilasi tidak terlalu kompleks di bandingkan system penambangan bawah tanah lainnya.
4. Produktifitas tinggi (antara 15 – 50 ton persif per karyawan, maksimum 40 – 50 ton per shift per karyawan).
5. Metode penambangan bawah tanah dengan tingkat produksi tinggi.
6. Recovery tinggi.
7. Ventilasi sangat memuaskan, kondisi kesehatan dan keselamatan bagus (kecuali daerah undercut dan bagian penarikan bijih).



Kerugian metode penambangan caving method :
1. Permintaan produksi yang meningkat tidak dapat langsung di penuhi karena di butuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan block tambahan untuk produksi.
2. Penghentian penarikan bijih selama waktu tertentu akan menyebabkan kehilangan bukaan yang telah ada pada area yang berpengaruh jika bukaan tersebut merupakan titik konsentrasi berat.
3. Metode ini tidak fleksibel karena sulit dilakukan perubahan kebentuk panambangan bawah tanah lainnya.
4. Peronggan dan penurunan permukaan tanah terjadi dalam skala besar sehingga permukaan tanah berbahaya
5. Pemeliharaan bukaan di daerah produksi sangat penting dan mahal jika terbentuk pilar yang menerima beban terlalu besar.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
• Metode ambrukan (caving method) adalah cara penambangan untuk endapan bijih dimana penambangan dilakuakn pertama-tama dengan melakuakan penggalian bagian bawah (under cutting) yang Kemudian menyebabkan runtuhnya batuan dibagian atas akibat berat batuan itu sendiri/tekanan dari samping/gabungan dari keduanya.
• Caving method terdiri dari beberapa metode penambangan seperti block caving, sublevel caving, dan top slicing.

DAFTAR PUSTAKA

Imambudiraharjo. 2009. Mengenal Tambang Batubara Bawah Tanah. http://search.conduit.com/ResultsExt.aspx?ctid=CT2269050&SearchSource=2&q=search.conduit.com. diakses pada tanggal 7 Oktober 2010

Desrizal. 2008. Block Caving. http://blog.desrizal.com/favicon.ico. diakses pada tanggal 7 Oktober 2010

Desigend by : Ashar-Antek Ashar-redland.blogspot.com