Selasa, 30 Agustus 2011

Cara Mem Password File AutoCad

Anda ingin tahu bagaimana cara mem password file Autocad ? yuk kita simak tutorial sederhana berikut ini. Cara yang akan saya uraikan ini cukup sederhana tapi hasilnya lumayan bagus untuk melindungi sebuah file yang menurut kita sangat rahasia. Paling tidak apabila file tersebut ada yang mencuri dia akan cukup kesulitan untuk membukanya. Apalagi kalau pencurinya bukan seorang ahli komputer, dia sama sekali tidak akan bisa membukanya. Kalau yang ahli jangan ditanya, mereka selalu punya cara untuk membuka sebuah password.

Atau mungkin kita bekerja di sebuah kantor, dimana komputer boleh dipakai oleh siapa saja. Padahal kita diserahi sebuah tanggang jawab untuk memelihara sebuah peta. Artinya hanya kita yang diberi wewenang untuk meng edit, meng update, dan menghapus isi peta tersebut. Kalau kondisinya seperti itu, maka mem password file peta tersebut adalah sebuah langkah yang cerdas.

Singkat kata, apapun alasannya inilah Cara Mem Password Sebuah File di Autocad

Buka Program Autocad, kemudian buka file yang ingin di beri Password
Ketik pada baris Command securityoptions, kemudian enter. Untuk ilustrasi lihat gambar di bawah ini:


Masukkan password yang anda inginkan → Klik OK → masukkan kembali password yang anda inginkan (harus sama dengan yang pertama) → Klik OK. Agar lebih jelas lihat gambar di bawah ini:

Langkah membuat password selesai. Untuk mencobanya tutup File Autocad tersebut (jika ada pertanyaan pilih yes) kemudian coba buka kembali. Jika berhasil maka ketika file tersebut dibuka akan muncul Form Dialog seperti di bawah ini:

Alternatif lain untuk mengakses Form Dialog Security Options adalah : Tools → Options → Open and Save → Security Options

Demikian langkah-langkah mem password sebuah file di Autocad. Cara ini memiliki kelemahan, yaitu apabila orang lain yang ingin membuka file tersebut jengkel, maka dia bisa menghapus file tersebut. Untuk mengatasi hal ini saya akan memberikan sebuah trik untuk menyembunyikan sebuah file dalam sistem operasi windows. Caranya tidak terlalu rumit, tapi hasilnya lumayan oke punya. So tunggu saja tutorial-tutorial berikutnya yahhhhh.

Autolabel Kontur Di Autocad Map

Inilah sebuah tutorial sederhana tentang cara membuat autolabel kontur di Autocad Map. Adapun garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan titik-titik di lapangan yang mempunyai ketinggian sama. Misalnya sebuah lembah akan digambarkan sebagai garis-garis lengkung tertutup yang konsentris.

Label pada kontur sebenarnya merupakan informasi tambahan, khususnya jika peta sudah dicetak. Karena ketika sudah dicetak pembaca peta tidak bisa mengetahui elevasinya jika tidak dicantumkan. Namun apabila peta tersebut masih berbentuk digital, informasi mengenai elevasi tersebut bisa diketahui meskipun tidak dicantumkan. Adapun caranya adalah dengan melihat property dari garis kontur tersebut.

Banyak hal yang harus diketahui apabila kita membuat garis kontur, baik itu secara digital maupun manual. Akan tetapi tutorial ini tidak dimaksudkan untuk mengurainya lebih dalam karena keterbatasan ruang. Untuk itu, bagi yang ingin memperdalam pengetahuan tentang garis kontur silahkan baca buku-buku referensi yang berkaitan dengan pemetaan.

Saya akan langsung fokus untuk memberikan tahapan secara teknis pembuatan Autolabel garis kontur pada Autocad Map. Berikut ini adalah tahapannya:

Pertama: Buka berkas acad.lin adapun alamatnya secara umum di komputer kita adalah C:\Documents and Settings\Assifah\Application Data\Autodesk\Autodesk Map 2004\R16.0\enu\Support. Assifah adalah nama komputer saya, untuk ini silahkan sesuai dengan nama komputer masing-masing.

Berkas acad.lin akan terbuka di program notepad. Pada bagian paling bawah tambahkan kode berikut ini

*Kontur_100,Garis kontur 100 ---------------- 100 ----------------
A,.5,-3,["100",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100

(penjelasan kode : mendefinisikan tipe garis yang disertai label angka 100). Setelahkan ditambahkan kemudian klik File → Save

Kedua: Buka program Autocad Map → Format → Layer → Klik New → beri nama, misalnya Kontur 100 → klik pada bagian Linetype → Klik Load → Klik File → Pilih File acad → Kemudian klik Open.

Ketiga: Apabila berhasil, maka garis yang telah di definisikan akan masuk ke daftar garis. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini:

Keempat: Kemudian Pilih Kontur_100 → Klik OK → akan muncul lagi pilihan, pilih lagi Kontur_100 → Kemudian Klik OK → Klik lagi OK

Kelima: Sekarang aktifkan layer Kontur 100, kemudian cobalah membuat garis kontur dengan panjang 200 unit. Untuk ilustrasi lihat gambar dibawah


Itulah trik untuk membuat autolabel kontur di Autocad Map. Apabila jeli kita akan lihat bahwa trik ini memiliki kelemahan yaitu kita harus mendifenisikan setip garis untuk setiap ketinggian. Yang tadi kita buat khusus untuk yang elevasinya 100, nah untuk mendefinisikan garis-garis yang lainnya silahkan ulangi langkah-langkah diatas Atau apabila ingin lebih sederhana, silahkan definisikan dulu ketinggian garis kontur yang sering digunakan. Setelah itu tinggal copy paste aja kode dibawah ini sesuai keperluan (apabila kurang tinggal copy aja dua baris kemudian paste di bagian paling bawah, kemudian diganti angkanya):

*Kontur_100,Garis kontur 100 ---------------- 100 ----------------
A,.5,-3,["100",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_200,Garis kontur 200 ---------------- 200 ----------------
A,.5,-3,["200",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_300,Garis kontur 300 ---------------- 300 ----------------
A,.5,-3,["300",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_400,Garis kontur 400 ---------------- 400 ----------------
A,.5,-3,["400",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100
*Kontur_500,Garis kontur 500 ---------------- 500 ----------------
A,.5,-3,["500",STANDARD,S=2,R=0.0,X=-2,Y=-1],-3,100

Demikian tutorial ini dibuat sebagai jawaban dari pertanyaan teman kita yang bernama Cahyo. Saya mengucapkan terima kasih karena berkat pertanyaan beliau saya jadi terdorong untuk mengingat ilmu yang sudah lama tidak dipergunakan. Bagi teman-teman yang ingin mengajukan pertanyaan seputar Tutorial Autocad Map seperti saudara Cahyo, silahkan mengisi Form Kontak. Jawaban akan saya muat di blog Kisah Motivasi ini.

Semoga tutorialnya mudah dipahami, tidak membingungkan, dan semoga bermanfaat...

Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format AutoCad

Tutorial Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format AutoCad ini merupakan bagian dari tutorial autocad map pilihan. Saya menuliskan tutorial ini, karena pernah ditanyakan oleh teman saya. Dulu (kisah lama) ketika mau mengolah data untuk kepentingan skripsi, data spasial yang dia peroleh berformat ArcView, sementara software yang dia gunakan untuk mengolah data spasial adalah AutoCad Map.

Sebenarnya ada banyak cara untuk merubah format data spasial tersebut. Adapun yang akan saya uraikan merupakan salah satu cara saja yang mudah-mudahan bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk menyelesaikan kasus diatas. tehnik yang saya gunakan untuk merubah format data spasial tersebut menggunakan bantuan Software MapInfo Professional. Jadi tehnik ini bisa anda gunakan jika software MapInfo sudah terinstal dalam komputer yang anda gunakan. Lalu seperti apakah cara yang saya maksud tersebut, langsung simak saja tutorial dibawah ini ya:

1. Buka program MapInfo Professional, jika muncul form dialog pilih saja Cancel

2. Klik Tools → Universal Translator → Universal Translator. Apabila berhasil akan muncul form dialog seperti dibawah ini:

3. Pada bagian Source , Format pilih ESRI Shape ; pada bagian File cari dimana kita menyimpan peta tersebut (Peta dalam format Arcview/ *.shp).
Pada bagian Destination, Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian Directory cari dimana kita akan menyimpan peta hasil proses ini.
Pada bagian Log, biarkan saja seperti default nya.

4. Klik OK. Apabila prosesnya berhasil maka akan ada pesan yang berbunyi Translation succesful!

5. Langkah selanjutnya adalah merubah peta hasil translasi tadi (format MapInfo / *.TAB) menjadi format AutoCad / *.CAD. Adapun langkah-langkahnya sama dengan proses translasi yang pertama (untuk lebih jelasnya, ikuti tahap selanjutnya).

6. Pada bagian Source , Format pilih MapInfo TAB ; pada bagian File cari dimana kita menyimpan peta hasil translasi (Peta dalam format MapInfo/ *.tab).
Pada bagian Destination, Format pilih AutoCAD DWG/DXF ; pada bagian Directory cari dimana kita akan menyimpan peta hasil proses ini. Adapun File Type pilih saja DWG.
Pada bagian Log, biarkan saja seperti default nya.
Untuk memberikan gambaran lihat tampilan dibawah ini;

7. Klik OK. Proses translasi berjalan otomatis, apabila berhasil akan muncul pesan Translation succesful!


8. Proses untuk merubah peta dari format Arcview menjadi format AutoCAD selesai. Untuk memastikan hasil perubahan ini, buka saja program AutoCAD. Apabila ingin melihat hasil dari proses yang saya lakukan ketika (sambil) membuat tutorial ini, simak saja gambar dibawah:

Yang perlu menjadi catatan adalah:

1. Sebenarnya ArcView mempunyai fasilitas Export yang bisa digunkan untuk merubah File berformat ArcView menjadi File berformat lain (misalnya Windows bitmap, Windows metafile, dll), akan tetapi pilihan format AutoCad / *.dwg / *.dxf tidak tersedia (ArcView yang saya gunakan versi 3.3, adapun versi lain saya belum pernah mencobanya, jadi belum tahu apakah tersedia pilihan AutoCad / *.dwg / *.dxf atau tidak).

2. AutoCad yang saya gunakan adalah AutoDesk Map 2004. Sebenarnya AutoDesk Map 2004 ini juga mempunyai fasilitas Import (bisa digunakan dengan memilih Menu Map → Tools → Import) yang bisa digunakan untuk merubah Peta dalam format lain (misalnya format ArcView) menjadi format AutoCad. Akan tetapi ketika saya mencobanya, file berformat ArcView 3.3 ini tidak bisa dibuka (versi lain belum pernah mencoba).

3. Ketika menggunakan fasilitas Universal Translator milik MapInfo, Peta dalam format selain MapInfo hanya bisa dirubah menjadi format MapInfo. Baru setelah jadi format MapInfo peta tersebut bisa dirubah menjadi format lain (intinya tidak bisa langsung).

Demikian tutorial Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format AutoCad ini, mudah-mudahan bermanfaat terutama bagi yang sedang belajar AutoCad untuk pemetaan digital. Untuk melihat tutorial yang lain, seperti Tahapan Digitasi On-Screen Menggunakan Autodesk Map 2004 silahkan klik Tutorial AutoCad Map.

Microsoft Access Data Source MapInfo Profesional

Untuk membuka file yang berasal dari Microsoft Access, seperti biasa pilih menu File – Open, pada daftar pilihan File of type pilih Microsoft Access Database mdb). Kita akan menggunakan file ‘Customer.mdb‘ yang disimpan pada folder ‘MapInfo\Data\Access‘ untuk latihan. Kotak dialog Open File akan muncul seperti pada gambar beriku

Kotak dialog Open data Access

Klik Open, akan ditampilkan kotak dialog Open Access Table yang berisikan daftar tabel yang ada pada file Customer tersebut. Pilihlah salah satu tabel yang ada pada file customer.mdb. Pada contoh ini, kita akan menggunakan tabel pelanggan.

Kotak dialog Open Access Table

Klik OK untuk menampilkan data dalam window browser. Tampilan data pelanggan akan nampak seperti pada gambar di bawah ini.

Tampilan data Access pada Browser

Pada setiap tampilan browser, MapInfo Pro selalu menampilkan jumlah data pada tabel tersbut pada baris status. Pada contoh ini, ada 2922 record data.
Data-data yang ditampilkan dari file dBASE, Microsoft Excel, dan Microsoft Access adalah data tabular tanpa mengandung informasi grafis (non mappable). Namun data itu penting untuk melengkapi data grafis yang telah ada maupun yang akan dibuat. Pada bab Regestrasi Data kita akan membahas bagaimana cara menghubungkan data tabular dengan data grafis.

MapInfo Tutorial Membuat Table Baru


Menampilkan dan menyimpan data yang berasal dari sumber lain (dBase, Microsoft Excel, Microsoft Access) ke dalam format tabel MI Pro telah kita bahas pada Bab Menampilkan data. Kini kita akan belajar membuat tabel baru di MI Pro. Perlu diingat bahwa pembuatan tabel merupakan tahap awal entry data dalam MI Pro. Data grafis (titik, garis, area) yang terhubung dengan data dalam tabel diinput setelah struktur tabel dibuat.
Untuk membuat tabel baru dalam MI Pro, ikuti langkah-langkah berikut :
1. Pilih menu File —> New Table, kotak dialog pembuatan tabel baru akan muncul

Menampilkan dan menyimpan data yang berasal dari sumber lain (dBase, Microsoft Excel, Microsoft Access) ke dalam format tabel MI Pro telah kita bahas pada Bab Menampilkan data. Kini kita akan belajar membuat tabel baru di MI Pro. Perlu diingat bahwa pembuatan tabel merupakan tahap awal entry data dalam MI Pro. Data grafis (titik, garis, area) yang terhubung dengan data dalam tabel diinput setelah struktur tabel dibuat.
Untuk membuat tabel baru dalam MI Pro, ikuti langkah-langkah berikut :
1. Pilih menu File —> New Table, kotak dialog pembuatan tabel baru akan muncul.
Kotak dialog membuat tabel baru.
Pada kelompok Create New Table and, ada kotak cek :

1. Open New Browser artinya ketika struktur tabel selesai dibuat, MI Pro akan membuka browser (tempat menampilkan data tabular) kosong untuk menampilkan data dalam tabel yang akan dibuat.
2. Open New Mapper, MI Pro akan membuka satu mapper (tempat menampilkan data grafis/peta) baru.
3.Add to Current Mapper, menambahkan tabel yang baru dibuat sebagai layer pada peta yang sedang aktif. Tabel akan mempunyai proyeksi yang sama dengan peta yang sedang aktif.

Ada dua pilihan pada Table Structure.

4. Create New, membuat struktur tabel baru.
5. Using Table, menggunakan struktur tabel yang telah ada, dan pilih tabel yang akan digunakan strukturnya.

2. Untuk latihan, aktifkan kotak cek Open New Mapper pada kelompok Create New Table and, dan pilih Create New pada Table Structure. Kemudian pilih Create. Kotak dialog New Table Structure akan muncul.


(a) Kotak dialog membuat struktur tabel, (b) Daftar pilihan tipe data.
3. Tambahkan beberapa field sesuai dengan kebutuhan.

*Isikan nama field, tipe data, dan lebar field pada Field Information Kemudian klik Add Field untuk menambahkan field yang baru dibuat ke kotak daftar field.
*Aktifkan kotak cek Indexed di bagian kanan daftar field, bila tabel yang dibuat di- index menurut field tersebut. Satu tabel dapat dibuat field index sampai 29. Standarnya (default), semua field tidak diindex.
*Untuk mengubah urutan field yang telah dibuat gunakan Up dan Down.
*Bila ada field yang salah masuk, gunakan Remove field untuk menghapus.
*Agar data grafis dapat ditambahkan pada tabel tersebut, yakinkan bahwa kotak cek Table is Mappable telah diaktifkan. Karena pada kotak dialog New Table, kita telah menentukan pilihan Open New Mapper maka pilihan Table is Mappable adalah disable dan selalu kotak cek tersebut dalam keadaan dipilih. Namum bila pada kotak dialog New Table kita pilih Open New Browser, maka kotak cek ini dapat diedit.
*Klik Projection untuk menentukan proyeksi yang akan digunakan pada data grafis atau peta yang akan dinput.
.::Macam-macam tipe field yang ada diuraikan di bawah ini::.

*Character, menyimpan sampai 254 data alfanumerik, dapat berupa huruf, angka dan tanda baca. Tidak dapat dilakukan operasi aritmatika pada tipe data ini.
*Decimal, menyimpan angka dalam bentuk desimal yang dapat dikalkulasi dengan panjang tetap. Tanda desimal menempati satu karakter. Misalnya data bertipe desimal dengan panjang (width) 10 dan desimal 3, maka angka tertinggi yang dapat disimpan 999999.999.
*Integer, menyimpan data dengan nilai bulat (tanpa desimal) dengan kisaran -2 miliar sampai +2 miliar.
*Small Integer, bilangan integer dari -32768 sampai +32768.
*Float, menyimpan angka dengan panjang tidak tetap (sesuai dengan panjang data yang di-entry) dalam bentuk desimal.
*Date, menyimpan data tanggal, sesuai dengan pengaturan pada Windows Control Panel di Setting Regeonal, Short Date Format.
*Logocal, data ini mengandung informasi Benar/Salah atau Ya/Tidak, disimpan dalam bentuk T untuk Benar/Ya, dan F untuk Salah/Tidak.

4. Bila semua field yang diperlukan sudah dibuat, selanjutnya klik Create untuk menyimpan tabel tersebut.
Kotak dialog berikut akan muncul.

(a) Kotak dialog penyimpanan tabel baru dan (b) daftar pilihan format data.
Isikan nama file tabel pada kotak File name dan format data pada Save as type. Untuk contoh ini digunakan format data MapInfo (*.tab).
Perlu dicatat bahwa jangan menggunakan nama ‘Districts’ sebagai nama tabel karena nama tersebut digunakan secara internal oleh MI Pro dalam proses Redistrict.
5. Pilih Save bila pengaturan telah selesai dilakukan.
Sampai disini proses pembuatan tabel baru, telah selesai. Selanjutnya kita dapat menambahkan data dalam tabel tersebut baik data tabular maupun data grafis. Penambahan data grafis pada window mapper secara automatis akan menambah data atributnya.
Walaupun tabel telah selesai dibuat dan sebagian data telah dimasukkan, anda tetap dapat memodifikasi struktur tabel tersebut. Gunakan menu Table Maintenance Table Structure. Bila lebih dari satu tabel yang sedang aktif, akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini.

Kotak dialog View/Modify Table Structure.
Pilih tabel yang akan dimodifikasi strukturnya, lalu pilih OK. Kotak dialog Modify Structure akan tampil seperti pada gambar berikut.

Kotak dialog Modify Table Structure.
Lakukanlah perbaikan sesuai dengan kebutuhan, lalu pilih OK.
Total View :23
semogah bermanfaat

Cara Transfer Data GPSMap Garmin Ke AutoCad, ArcView GIS, MapInfo Professional, ArcGIS

Bagi anda yang ingin tahu Cara Transfer Data GPSMap Garmin Ke AutoCad, ArcView GIS, MapInfo Professional, dan ArcGIS simak saja tutorial di bawah ini. Saya sudah berusaha membuatnya sedemikian rupa agar mudah dipahami dan dipraktekkan. Kalaupun ada yang kesulitan ketika mencoba mempraktekkannya, tidak usah khawatir anda langsung saja tanya melalui kolom komentar. Saya akan berusaha menjawab semampunya.

Dalam pembuatan totorial ini, perlengkapan yang saya gunakan diantaranya GPSMap Garmin 60Csx dengan kabel datanya, Software MapSource, Autodesk Map 2004, ArcView GIS 3.3, MapInfo Professional 9.0, dan ArcGIS 9.3. Oleh karena itu, jika anda ingin mencoba mempraktekkan semua materi yang ada di artikel ini, paling tidak anda harus mempersiapkan perlengkapan seperti yang saya gunakan.
Itulah kata pengantar tutorial ini dan sekarang langsung saja ke intinya yaitu:

Tutorial Cara Transfer Data GPSMap Garmin Ke AutoCad, ArcView GIS, MapInfo Professional, dan ArcGIS

Nyalakan GPS → Hubungkan GPS dengan Komputer menggunakan Kabel data

Buka Program MapSorce

Klik Menu Transfer → Receive From Device → Klik Find Device → Pilih objek yang akan di transfer (Dalam contoh ini saya hanya akan menntransfer Waypoints dan Tracks) → Klik Receive. Untuk lebih jelas lihat gambar di bawah ini:

Apabila proses transfer berhasil, akan muncul pesan “The data was succesfuly received” dan ada pilihan untuk mematikan GPS. Biarkan saja pilihannya tercentang kemudian klik OK.

Sekarang Anda lihat gambar di atas, dibagian sisi kiri terdapat banyak sekali Waypoints (ada 658) dan Tracks (ada 234). Itu disebabkan karena semua data yang pernah kita ambil menggunakan GPS dan belum sempat terhapus, maka data tersebut semuanya ikut berpindah ke MapSorce. Jadi pemilihan data yang akan kita gunakan tidak bisa dilakukan pada saat proses transfer tetapi pada saat data tersebut telah masuk ke MapSource.

Untuk memudahkan pemilihan data, kita bisa mengurutkannya berdasarkan kolom dari masing-masing data dengan cara meng klik judul di bagian atas. Misalnya apabila kita ingin mengurutkannya berdasarkan waktu pengambilan data, maka klik saja tulisan Start Time.

Buang data yang tidak diperlukan dengan cara mengklik baris data tersebut, kemudian klik kanan, lalu pilih Delete Tracks atau Delete Waypoints. Gunakan tombol Shift pada keybord untuk mimilih/ memblok banyak data agar proses menghapus lebih efektif.

Apabila semua data yang tidak akan kita gunakan telah dihapus, maka proses selanjutnya adalah menyimpan data tersebut. Pilih File → Save As → ganti “Save as type” dengan DXF (*.dxf) agar file bisa dibaca oleh software-software SIG dan pemeetaan yang lain → ketik nama file → kemudian Save → akan muncul kotak dialog yang memberikan kita pilihan untuk memilih sistem koordinat dan faktor skala (biarkan saja seperti adanya) → klik OK.


Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di Autocad / AutoDesk Map

Pilih File → Open → Files of type: pilih DXF (*.dxf) → Cari lokasi File yang dimaksud → Klik Open.

Untuk melihat tutorial Autocad Map lain yang pernah saya muat di blog ini, silahkan klik Tutorial AutoCad Map

Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di ArcView GIS

Aktifkan dulu Extensions yang berfungsi untuk membaca file-file CAD. Caranya, Pilih File → Extensions… → Centang Cad Reader → Klik Ok.

Panggil File yang berextensi DXF (*.dxf) dengan cara, pilih View → Add Theme → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik Ok

Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di MapInfo Professional

Gunakan Universal Translator terlebih dahulu, untuk merubah data berextensi DXF (*.dxf) menjadi berextensi MapInfo TAB. Lebih detil tentang cara menggunakan Universal Translator baca artikel saya sebelumnya yang berjudul Cara Merubah Peta Dari Format Arcview Menjadi Format AutoCad

Buka File yang telah dirubah dengan Universal Translator dengan cara, Pilih File → Open → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik Open

Cara membuka data berextensi DXF (*.dxf) di ArcGIS

Pilih File → Add Data → cari lokasi File → klik file yang dimaksud → klik Add

Demikian tutorial sederhana mengenai cara transfer data GPSMap Garmin ke berbagai software SIG. Jika anda merasa ada yang kurang jelas atau ingin menambahkan sesuatu berkaitan dengan tutorial ini, saya akan dengan senang hati menerima dengan terbuka respon anda melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat...

Desigend by : Ashar-Antek Ashar-redland.blogspot.com